Lewati ke isi
PanduanWebsite & Email Al Ikhlas

Keamanan & privasi data

Kebiasaan aman, menjaga data pendaftar, pegawai keluar, dan mengenali penipuan.

4 menit baca Untuk: Semua

Di halaman ini 6 bagian
  1. Lima kebiasaan aman
  2. Menjaga data pendaftar
  3. Pegawai pindah atau berhenti
  4. Mengenali penipuan (phishing)
  5. Bila akun dicurigai dibobol
  6. Perlindungan yang sudah berjalan otomatis

Lima kebiasaan aman#

  1. Satu orang, satu akun

    Jangan berbagi akun admin maupun email. Akun pribadi = tanggung jawab jelas & mudah dimatikan.

  2. Password unik & kuat

    Berbeda untuk admin, webmail, dan Gmail. Minimal 8 karakter, lebih panjang lebih baik.

  3. Aktifkan 2FA

    Wajib untuk super admin, sangat disarankan untuk semua admin. Caranya.

  4. Keluar di perangkat bersama

    Tekan Keluar di panel/webmail bila memakai komputer kantor bersama atau warnet. Jangan centang “Ingat saya”.

  5. Tidak pernah mengirim password lewat chat

    Termasuk kepada pengelola teknis. Admin bisa mengirim tautan atur ulang — tidak perlu tahu password siapa pun.

Menjaga data pendaftar#

Data SPMB berisi data pribadi anak dan orang tua (NIK, tanggal lahir, alamat, nomor HP, foto KK/akta). Perlakukan dengan hati-hati:

Lakukan
  • Buka data hanya untuk keperluan SPMB
  • Simpan file Excel di folder kerja yang tidak dibagikan
  • Hapus unduhan lama setelah tidak dipakai
  • Batasi panitia unit hanya ke unitnya
Jangan
  • Mengirim Excel/tangkapan layar data ke grup WhatsApp
  • Mencetak data lalu meninggalkannya di meja
  • Memakai nomor wali untuk keperluan di luar sekolah
  • Mengunggah foto KK/akta ke tempat lain

Pegawai pindah atau berhenti#

Lakukan pada hari terakhir bertugas:

  1. Pengguna → akun admin pegawai tersebut → Nonaktifkan (atau ubah perannya bila pindah tugas).
  2. Email → akun email pegawai → Nonaktifkan. Bila alamatnya masih perlu menerima email (mis. tu.sdtq@), buat password baru lewat Tautan password untuk penggantinya — jangan memakai akun pribadi pegawai lama.
  3. Pindahkan email penting (teruskan atau unduh), lalu hapus akun setelah tidak diperlukan.
  4. Bila pegawai tersebut super admin, pastikan masih ada super admin lain yang aktif.

Mengenali penipuan (phishing)#

  • Email/WA yang meminta password, kode 2FA, atau kode cadangan → penipuan. Sistem tidak pernah memintanya kecuali di halaman masuk resmi.
  • Periksa alamat di browser sebelum mengetik password: harus www.yayasan-alikhlasbrebes.com/admin atau mail.yayasan-alikhlasbrebes.com.
  • Permintaan transfer uang “atas nama pimpinan” lewat email → konfirmasi lewat telepon.

Bila akun dicurigai dibobol#

  1. Ganti password segera

    Dari perangkat yang aman. Bila tidak bisa masuk, pakai Lupa password atau minta super admin mengirim tautan.

  2. Aktifkan / reset 2FA
  3. Periksa Log aktivitas

    Super admin melihat apa saja yang dilakukan akun tersebut dan dari mana.

  4. Kembalikan perubahan

    Konten → Riwayat → pulihkan versi sebelum kejadian.

  5. Lapor ke pengelola teknis

    Sertakan waktu kejadian dan tangkapan layar.

Perlindungan yang sudah berjalan otomatis#

  • Password disimpan teracak (tidak bisa dibaca siapa pun, termasuk developer).
  • Penguncian otomatis setelah percobaan login berulang.
  • Koneksi selalu HTTPS (terenkripsi).
  • Panel admin & webmail tidak terindeks Google dan memakai pengamanan browser ketat.
  • Gambar luar di email disembunyikan; skrip berbahaya di email dibuang.
  • Backup harian terenkripsi + uji pemulihan mingguan.

© 2026 Yayasan Al Ikhlas Brebes Tengah. Panduan ini hanya untuk pengelola & staf — jangan bagikan password siapa pun, termasuk kepada pengelola teknis.

Website utama · Panel admin · Webmail

Coba cari:

↑↓ pilihEnter bukaEsc tutup